Penjual-Penjual Roti Lauw

terkantuk-kantuk
penjual-penjual roti Lauw
memeluk gerobak
di depan pasar yang masih bau amis pagi
menghirup hitam asap metromini
terhentak nyaring besi-besi
pembangunan MRT
dan
klakson-klakson

enam ribu rupiah
kubeli roti gambangmu, Pak!
kukeluarkan satu setidaknya
dari gerobakmu yang masih penuh isi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s